Makassar, 2 November 2026 – Askrindo Syariah menghadiri kegiatan International Islamic Financial Summit (IIFS) 2026 yang diselenggarakan di Four Points by Sheraton Makassar, Senin (2/11/2026). Kehadiran perusahaan dalam forum tersebut diwakili langsung oleh Plt. Direktur Utama, Aviantono Yudihariadi, sebagai bentuk partisipasi dalam mendukung penguatan industri dan ekosistem keuangan syariah di Indonesia.
Penyelenggaraan IIFS 2026 dilatarbelakangi oleh perkembangan industri keuangan syariah global yang menunjukkan pertumbuhan positif di tengah dinamika ekonomi dunia. Pada 2024, aset keuangan syariah global tercatat tumbuh 21 persen menjadi 5,98 triliun dollar AS dan diproyeksikan mencapai 9,7 triliun dollar AS pada 2029. Sementara itu, Indonesia mencatat peningkatan aset keuangan syariah dari 162 miliar dollar AS menjadi 179 miliar dollar AS pada 2024, sekaligus menempatkan Indonesia pada peringkat keempat sebagai negara dengan industri keuangan syariah terbesar di dunia.
Meski menunjukkan perkembangan yang signifikan, industri keuangan syariah nasional masih menghadapi sejumlah tantangan. Hingga Maret 2026, total aset keuangan syariah Indonesia, di luar saham syariah, mencapai Rp3.156,89 triliun dengan pangsa pasar sebesar 11,22 persen. Namun, hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025 menunjukkan indeks literasi keuangan syariah sebesar 43,42 persen, sedangkan indeks inklusinya baru mencapai 13,41 persen. Kesenjangan tersebut menjadi perhatian dalam upaya memperluas akses masyarakat sekaligus memperkuat keterhubungan sektor keuangan syariah dengan industri halal.
Mengusung tema Strengthening Islamic Finance Ecosystems to Advance Sustainable Halal Economic Growth, IIFS 2026 menjadi forum pertemuan bagi regulator, lembaga keuangan, akademisi, asosiasi, lembaga internasional, dan pelaku industri untuk membahas penguatan ekosistem keuangan syariah. Pembahasan mencakup pengembangan inovasi produk dan model bisnis, integrasi keuangan komersial dan sosial syariah, pemanfaatan layanan digital, serta peningkatan kolaborasi antarpemangku kepentingan guna memperkuat daya saing industri halal.
Pemilihan Sulawesi Selatan sebagai lokasi penyelenggaraan IIFS 2026 juga mencerminkan besarnya potensi wilayah tersebut dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Kawasan Timur Indonesia. Melalui keikutsertaan dalam forum ini, Askrindo Syariah menjadi bagian dari upaya mendorong sinergi industri keuangan syariah nasional. Penguatan kolaborasi dan inovasi diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha, memperkuat sektor riil, serta mendukung pertumbuhan ekonomi halal yang inklusif dan berkelanjutan.